Potensi Ekowisata Bahari Untuk “Kota Tua”
Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang
menekankan tanggung jawab terhadap kelestarian alam (konservasi alam), kemudian dapat memberi manfaat
secara ekonomi, mendidik dan
mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat setempat. Tentunya hal ini memerlukan pendekatan pengelolaan yang menjamin adanya keberpihakan kepada masyarakat lokal
agar mampu mempertahankan budaya lokal dan sekaligus meningkatkan pendidikan juga kesejahteraannya.
Untuk mengatur agar kawasan yang digunakan untuk
ekowisata bahari maka di perlukan manajemen pengelola kawasan pelestarian yang
baik dan dapat menerima langsung penghasilan atau pendapatan, misalnya dari
retribusi untuk peningkatan kualitas kawasan pelestarian. Masyarakatpun dilibatkan
secara aktif dalam perencanaan dan pengembangan ekowisata bahari agar
masyarakat sadar akan pentingnya konservasi alam. Dan keuntungan ekonomi yang
diperoleh secara nyata dari kegiatan ekowisata bahari, harus dapat mendorong
masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir dan laut.
Ekowisata
bahari tentunya memiliki banyak dampak positif antara lain meningkatnya upaya pelestarian lingkungan,
meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga devisa Negara. Akan banyak
ketersedian lapangan kerja baru dan berkembangnya usaha-usaha baru. Dapat
meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya konservasi sumber
daya alam. Peningkatan partisipasi masyarakat dan meningkatkannya pertumbuhan
ekonomi lokal. Meningkatnya promosi penggunaan sumber daya alam secara
berkelanjutan dan berkurangnya ancaman terhadap keanekaragaman hayati yang ada
di obyek wisata. Ada pula dampak negative yang diberikan, misalnya masyarakat
hanya memperoleh hasil sekitar 10% dari kegiatan wisata.
Kabupaten Majene adalah salah satu Daerah
Tingkat II di Provinsi Sulawesi
Barat, Indonesia.
Ibu kota kabupaten
ini terletak di Kota Majene. Kabupaten ini
memiliki luas wilayah 947,84 km² dan berpenduduk sebanyak 138.825 jiwa. Wilayah
Kabupaten Majene ini merupakan wilayah pesisir dengan garis pantai terpanjang
di Provinsi
Sulawesi
Barat. Tentunya ini menjadi kekhasan tersendiri dengan berjejernya
pantai-pantai yang indah dan kaya akan bioat laut. Salah satu pantainya yang
terkenal yaitu pantai Datoq, yang berjarak sekitar 3 km dari pusat kota Majene.
Pantai Datoq ini memiliki pasir putih dengan tebing-tebing sebagai pembatas,
yang tingginya berkisar 6-8 m. Dan pantai Datoq ini masih terjaga, dapat
dilihat dari ekosistem terumbu karang yang 90% masih baik begitupun dengan
ekosistem padang lamunya. Bahkan penyu sisik hijau masih setia untuk bertelur
ditempat ini.
Ekosistem
mangrove, terumbu karang, dan lamun mempunyai keterkaitan ekologis (hubungan
fungsional), baik dalam nutrisi terlarut, sifat fisik air, partikel organik,
maupun migrasi satwa, dan dampak kegitan manusia. Oleh karena itu apabila salah
satu ekosistem tersebut terganggu, maka ekosistem yang lain juga ikut
terganggu. Yang jelas interaksi yang harmonis antara ketiga ekosistem ini harus
dipertahankan agar tercipta sebentuk sinergi keseimbangan lingkungan.
Ekosistem
mangrove merupakan salah satu ekosistem yang sangat penting dalam wilayah
pesisir. Ekosistem ini memiliki fungsi ekologis yakni sebagai tempat pemijahan
ikan, sebagai tempat mencari makan ikan kecil dan memelihara ikan kecil. Bukan
hanya itu saja, ekosistem ini juga memiliki fungsi bagi kehidupan manusia
seperti kayu mangrove yang dapat dijadikan kayu bakar pembuatan arang, untuk berbagai perabot rumah tangga, bahan
kostruksi bangunan, obat-obatan, dan sebagai bahan industri kertas. Dan ekosistem
mangrove sendiri dapat menjadi pengahalang alami jika Tsunami terjadi, juga proteksi dari abrasi/erosi, gelombang atau angin kencang.
Dari gambar di
samping terlihat ekosistem mangrove yang masih sangat bersih dan alami, bahkan
masih sangat terjaga. Ekosistem mangrove ini berada di wilayah Kota Majene,
Kelurahan Baurung tepatnya di lingkungan Tamoq. Dan menurut saya ekosistem
mangrove ini dapat dijadikan sebagai ekowisata bahari, agar ekosistem ini dapat
terjaga dengan baik, khususnya untuk fungsi ekologisnya.
Pada ekosistem lamun, juga menjadi tempat memijah beberapa
biota terumbu karang, seperti ikan baronang dan beberapa jenis bintang laut.
Lamun juga merupakan makanan bagi penyu. Biota dari padang lamun juga bisa
menjadi makanan bagi biota terumbu karang, karena terkadang, biota dari padang
lamun, baik secara sengaja atau tidak bisa ke ekosistem terumbu karang.
Di pantai Datoq juga memilki ekosisitem padang lamun yang
masih asri, bahkan padang lamun ini juga terdapat di sekitar wilayah lingkungan
Tamo. Tak heran jika masih ada penyu yang tinggal disekitar pantai Datoq ini.
Kerusakan pada ekosistem lamun bisa
mengakibatkan kerusakan atau berkurangnya tutupan terumbu karang. Hal ini bisa
berakibat kepada kesehatan ekosistem terumbu karang. Dan jika ekosistem terumbu
karang.ini rusak maka akan menyebabkan rumah bagi ikan-ikan kecil akan hilang.
Sehingga tentunya akan berdampak pada hasil tangkapan nelayan.
Ekosistem terumbu karang juga
memberi manfaat langsung bagi kehidupan manusia. Selain karena ekosistem terumbu
karang ini sangat memikat hati karena memilki warna warni yang beragam juga
menjadi rumah bagi ribuan jenis hewan laut. Disini pula sebagian jenis hewan
laut berkembang biak, membesarkan anak - anaknya serta mencari makan. Bagaikan
tembok raksasa yang kokoh, Terumbu Karang melindungi pantai dari gempuran ombak
yang dapat menyebabkan erosi dan rusaknya pantai. Bagaikan tumbuhan di darat,
Terumbu Karang menghasilkan oksigen (02) yang sangat dibutuhkan oleh
semua makhluk hidup di perairan juga menyediakan bermacam - macam jenis ikan,
udang dan kerang - kerangan yang dapat kita gunakan sebagai bahan makanan.
Bagaikan taman yang indah, Terumbu Karang merupakan tempat yang sangat menarik
untuk di kunjungi.
Maka dari itu kita sangat wajib
menjaga ekosistem terumbu karang ini. Terkhusus di pantai Datoq yang memiliki
terumbu karang yang tidaklah kalah dengan daerah kabupaten Wakatobi. Selain
untuk menjaganya, kitapun tentu dapat memanfaatkannya secara maksimal. Di bawah
ini merupakan gambar dari terumbu karang yang ada di pantai Datoq, dengan
seorang freediver (penyelam bebas) dari komunitas MANDAR UNDERWATER yang
menikmati indahnya pemandangan bawah laut pantai Datoq.

Konsep
ekowisata bahari menitikberatkan pada empat point yaitu untuk menjaga
kelestarian alam (Konservasi alam), mendidik dengan pengetahuan umum yang
diberikan, budaya yang akan terjaga dan akan berdampak pada peningkatan sektor
ekonomi masyarakat sekitar. Namun konsep ekowisata bahari ini hanya dapat
berjalanan dengan baik jika kerja sama antar pemuda daerah (masyarakat),
pemerintah daerah dan para akademisi berjalan dengan harmonis.
Bekerja
sama dengan nelayan sekitar pun tentu akan sangat penting.!!! Mengapa?? Karena
nelayanlah yang setiap harinya berada di laut untuk mencari rezeki bagi keluarganya.
Nah,,, kemudian saya berpikir alangkah bijaknya jika nantinya nelayanlah yang
akat diangkat menjadi tenaga kerja jika Ekowisata Bahari ini akan terwujud.
Jenis
kegiatan yang dapat dilakukan pada ekowisata bahari di sekitar pantai Datoq sampai
lingkungan Tamoq yakni olahraga pantai seperti volly pantai, rekreasi pantai,
snorkeling dan selam. Namun kita juga patut memperhitungkan luas wilayah dan waktu yang dihabiskan pengunjung dilokasi
wisata untuk melakukan wisata. Agar tidak terjadi penumpukan yang dapat
mengakibatkan kerusakan pada alam dan manusia.
Untuk ekosistem terumbu karang di pantai Datoq,
tentu wisata yang dilakukan adalah snorkeling, freediving dan diving. Teman
–teman dari komunitas MANDAR UNDERWATER sudah tidak asing lagi dengan pemandangan
bawah laut di pantai Datoq. Berbagai jenis biota laut dapat ditemukan di daerah
ini. Namun alangkah baiknya jika dilakukan konservasi alam, misalnya
transplantasi karang ataupun pembersihan sampah-sampah plastik yang melekat
pada terumbu karang. Kemudian masyarakat sekitar dapat menyediakan jasa
peminjaman alat dasar snorkeling, nah tentunya ini akan berdampak pada sektor
ekonomi masyarakat. Belum lagi dengan adanya souvenir yang terbuat dari
karang-karang mati yang tentunya akan bernilai ekonomis.
Berbeda dengan ekosistem padang lamun dan mangrove yang ada disekitar
lingkungan Tamoq. Boleh berjalan kaki menikamati rimbunya ekosistem mangrove
ditemani dengan pemandu wisata dengan pengetahuan yang mendidik, mengambil beberapa
gambar, atau duduk beristirhat. Boleh juga naik lepa-lepa untuk menikmati ekosistem padang lamun atau sunset,
seperti yang dilakukan teman saya dari komunitas MANDAR UNDERWATER, lagi-lagi
dengan memberdayakan masyarakat (nelayan) disekitar pantai tersebut.
Masih
banyak lagi manfaat yang dihasilkan dari ekowisata bahari ini, misalnya dalam
melestarikan budaya dengan menggunakan perahu Sandeq untuk mengelilingi
ekosisitem yang masih terjaga di pantai Datoq dan di lingkungan Tamoq. Kemudian
dari segi pendidikan, para pelajar maupun masyarakat dapat melihat langsung
ekosistem yang masih asri dan akan tahu dampaknya jika ekosistem ini hilang. Untuk
masyarakat sekitar dapat membuat souvenir ataupun penyewaan alat dasar
snorkeling. Pada akhirnya banyak yang akan membangun aksesbilitas dan
infrastruktur seperti viila dan penginapan agar ekowisata bahari di “Kota Tua” ini
menjadi layak.
Jika
pemerintah Kabupaten Mejene fokus mengelolah sektor pariwisata bahari seperti
dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan aktif bekerja sama dengan
para akademis. Tentunya akan berdampak positif bagi seluruh kalangan. Karena ekowisata
bahari itu sendiri dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),
meningkatkan lapangan kerja sehingga ekonomi masyarkat meningkat. Kemudian
sumber daya pesisir dan laut dan terjaga dan dikelolah dengan baik, begitupun
dengan kebudayaan maritimnya. Maka bukan tidak mungkin Kabupaten Majene dapat
menjadi pesaing dari kabupaten Wakatobi yang saat ini menjadi cagar budaya
biosfer di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar